
FT UNS – Program Studi Doktor Ilmu Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (PSDTM UNS) kembali meluluskan doktor baru melalui yudisium promosi doktor yang diselenggarakan pada Jumat (24/07/2026) di Ruang Multimedia FT UNS. Pada kesempatan tersebut, Dr. Indreswari Suroso berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengembangan dan Karakterisasi Brake Lining Berbahan Metal Matrix Composite Cu–Fe–Si–Mn–Ni.“
Dr. Indreswari Suroso yang merupakan dosen aktif di Program Studi Rekayasa Mesin Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude memperoleh IPK 4,00 serta menyelesaikan studi doktor dalam waktu 2 Tahun 6 Bulan.
Penelitian yang dilakukan Dr. Indreswari berangkat dari permasalahan bahwa brake lining pesawat Cessna Caravan Type 208B masih bergantung pada produk impor dari Amerika Serikat. Kondisi tersebut menyebabkan biaya pengadaan relatif tinggi, waktu penyediaan suku cadang lebih lama, serta meningkatkan ketergantungan industri penerbangan nasional terhadap produk luar negeri.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Dr. Indreswari mengembangkan material brake lining berbasis Metal Matrix Composite (MMC) Cu–Fe–Si–Mn–Ni dengan memanfaatkan material lokal melalui proses metalurgi serbuk. Material yang dikembangkan kemudian diuji melalui karakterisasi komposisi kimia, mikrostruktur, densitas, porositas, kekerasan, laju keausan, hingga koefisien gesek. Hasilnya juga dibandingkan dengan brake lining komersial, baik dalam kondisi baru maupun setelah digunakan selama 100 jam terbang pada pesawat Cessna Caravan Type 208B.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa material MMC Cu–Fe–Si–Mn–Ni memiliki karakteristik mekanik dan tribologi yang mendekati brake lining komersial. Temuan tersebut membuka peluang pemanfaatan material lokal sebagai alternatif brake lining pesawat sekaligus mendukung penguatan industri material gesek nasional.
Kebaruan penelitian ini terletak pada keberhasilan mengoptimalkan komposisi material, tekanan kompaksi, dan suhu sintering sehingga diperoleh hubungan yang komprehensif antara evolusi mikrostruktur, densifikasi, sifat mekanik, dan performa tribologi. Material yang dihasilkan memiliki ketahanan aus yang baik, stabilitas termal yang memadai, serta performa gesek yang kompetitif sebagai kandidat pengganti brake lining impor.
Penelitian tersebut dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Triyono, S.T., M.T. selaku Ketua Tim Promotor, dengan ko-promotor Prof. Dr. Ir. Eko Surojo, S.T., M.T. dan Prof. Dr. Ir. Heru Sukanto, S.T., M.T.

Selama menempuh studi doktor, Dr. Indreswari juga menghasilkan publikasi ilmiah berupa artikel bereputasi internasional berjudul “Synergistic Influence of Compaction Pressure and Sintering Temperature on Microstructure Evolution and Tribological Properties of Cu–Fe–Si–Mn–Ni Alloys” yang diterbitkan pada jurnal Results in Engineering (Scopus Q1). Selain itu, hasil penelitiannya juga dipublikasikan dalam prosiding konferensi internasional IOP Publishing melalui artikel “Analysis of Characteristics Comparison Between New Brake Lining and 100 Flight Hours Cessna 208B.”
Dr. Indreswari menjelaskan bahwa material brake lining hasil penelitiannya berpotensi diproduksi secara massal setelah memenuhi persyaratan sertifikasi dan regulasi sesuai standar Federal Aviation Administration (FAA). Namun, teknologi tersebut masih memerlukan penelitian lanjutan untuk penyempurnaan sebelum dapat diimplementasikan secara luas.
“Material brake lining yang kami kembangkan memiliki potensi untuk diproduksi secara massal setelah memperoleh persetujuan dan memenuhi regulasi sesuai standar Federal Aviation Administration (FAA). Namun, teknologi ini masih perlu dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian lanjutan,” ujar Dr. Indreswari.

Penelitian ini diharapkan menjadi salah satu langkah menuju kemandirian industri penerbangan Indonesia melalui pengembangan material maju berbasis sumber daya lokal. Selain mengurangi ketergantungan terhadap produk impor, hasil penelitian ini juga membuka peluang pengembangan teknologi manufaktur material gesek yang lebih kompetitif bagi industri nasional.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mendorong daya saing dan kemandirian industri manufaktur nasional, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi material maju untuk industri penerbangan, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan material lokal bernilai tambah.
Humas FT UNS.




