
FT UNS – Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Visiting Professor dengan menghadirkan Prof. Andri dari Universiti Malaya (UM), Malaysia, secara hybrid di Ruang Seminar Utama Gedung Ir. RPM. Kasifudin FT UNS pada Senin (5/8/2026). Kegiatan bertajuk Journey Insights from Universiti Malaya’s Experience in the QS World University Rankings ini menjadi wadah berbagi pengalaman mengenai strategi pengembangan perguruan tinggi menuju World-Class University melalui penguatan riset, kolaborasi internasional, dan internasionalisasi pendidikan tinggi.
Kegiatan dibuka oleh Dekan FT UNS, Prof. Dr. Ir. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si., IPU., serta diikuti oleh mahasiswa dan dosen FT UNS. Diskusi berlangsung interaktif dengan dipandu oleh Prof. Dr.Eng. Ir. Pringgo Widyo Laksono, S.T., M.Eng., IPU, ASEAN Eng., dosen FT UNS sekaligus mitra kolaborasi riset internasional dalam Program EQUITY LPDP.

Dalam sambutannya, Prof. Wahyudi menegaskan bahwa internasionalisasi merupakan salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi teknik. Menurutnya, benchmarking dengan perguruan tinggi bereputasi dunia menjadi langkah strategis dalam memperkuat daya saing FT UNS di tingkat global.
“UNS memiliki target untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan teknik, salah satunya melalui benchmarking dan kolaborasi dengan universitas-universitas yang telah lebih dahulu memiliki reputasi unggul di tingkat dunia. Karena itu, kami sangat mengapresiasi keterbukaan Universiti Malaya untuk berbagi pengalaman dan menjalin kerja sama dengan FT UNS,” ujar Prof. Wahyudi.
Ia juga berharap kolaborasi antara FT UNS dan Universiti Malaya dapat terus berkembang melalui riset bersama, co-supervision, pertukaran mahasiswa, serta berbagai bentuk kerja sama akademik lainnya yang berkelanjutan.
Pada sesi utama, Prof. Andri memaparkan perjalanan Universiti Malaya hingga berhasil menjadi salah satu universitas terbaik dunia. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut dibangun melalui empat faktor utama, yakni research output, research impact, strategic partnership, dan proportionate investment. Keempat aspek tersebut saling mendukung dalam membangun reputasi akademik sekaligus meningkatkan posisi Universiti Malaya pada pemeringkatan internasional.

“Kunci utama peningkatan peringkat universitas adalah riset. Namun, riset tersebut harus menghasilkan dampak (research impact), didukung kemitraan strategis (strategic partnership), serta investasi yang proporsional agar mampu meningkatkan reputasi institusi secara berkelanjutan,” jelas Prof. Andri.
Lebih lanjut, Prof. Andri menekankan pentingnya membangun jejaring kolaborasi riset internasional sebagai upaya meningkatkan kualitas penelitian sekaligus memperluas visibilitas perguruan tinggi di tingkat global. Menurutnya, implementasi inovasi hasil riset menjadi faktor penting agar penelitian tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri.
Ia juga menyoroti bahwa salah satu perbedaan yang cukup signifikan antara Indonesia dan Malaysia terletak pada tingkat international exposure. Meskipun demikian, Prof. Andri menilai kualitas akademik perguruan tinggi di Indonesia memiliki potensi yang sangat baik untuk bersaing di tingkat global.
“Dari sisi akademik, saya kira Indonesia tidak kalah jauh dengan Malaysia. Perbedaannya lebih pada exposure terhadap internasionalisasi. Karena itu, kolaborasi riset dan jejaring global perlu terus diperkuat,” ungkap Prof. Andri.

Melalui kegiatan Visiting Professor ini, FT UNS berharap sivitas akademika memperoleh wawasan mengenai strategi pengembangan perguruan tinggi berkelas dunia sekaligus memperkuat budaya riset, inovasi, dan kolaborasi internasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen FT UNS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kapasitas akademik dan internasionalisasi pendidikan tinggi, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan budaya riset dan inovasi, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pengembangan kolaborasi strategis antara FT UNS dan Universiti Malaya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Humas FT UNS.




