
FT UNS – Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) turut berkontribusi dalam Program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) 2026 melalui kegiatan pelatihan “Transformasi Digital Sekolah Tangguh Bencana melalui Pelatihan STEM-AI dan Robotik bagi Guru” yang dilaksanakan pada 3–5 Agustus 2026 di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara. Kegiatan tersebut diikuti oleh 100 guru dan menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas pendidik dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan sekolah terhadap bencana.
Program ini merupakan kolaborasi antara Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Bandar Lampung (UBL), STAI, serta Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar. Kegiatan dibuka oleh Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T. selaku Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama USU, serta diisi dengan laporan pelaksana, sambutan pimpinan mitra, dan kuliah motivasi bagi para peserta.
Dalam kegiatan tersebut, FT UNS diwakili oleh Prof. Dr. techn. Suyitno, S.T., M.T. yang berperan sebagai narasumber dan fasilitator. Bersama tim pakar dari berbagai perguruan tinggi, pelatihan membekali peserta dengan pengetahuan mengenai STEM-AI, sensor dan aktuator, pemrograman, serta penerapan robotika untuk mendukung mitigasi bencana.

Peserta tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, tetapi juga mengikuti praktik langsung melalui pendekatan Project-Based Learning (PjBL) dan Engineering Design Process (EDP). Guru dilatih merakit dan memprogram Robot ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) menggunakan PictoBlox dan Arduino IDE. Robot kemudian dikembangkan dengan berbagai sensor, antara lain sensor ultrasonik untuk mendeteksi ketinggian air serta sensor getaran untuk mendukung sistem peringatan dini gempa dan tanah longsor.
Prof. Suyitno menyampaikan bahwa penguasaan teknologi perlu diarahkan untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, termasuk dalam meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana.
“Kami ingin agar teknologi STEM-AI dan robotika tidak berhenti pada penguasaan teknis, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab persoalan nyata, termasuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa dan sekolah dalam menghadapi bencana,” jelas Prof. Suyitno.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan presentasi proyek kelompok, evaluasi post-test, refleksi, dan penyerahan sertifikat. Melalui pelatihan tersebut, para guru diharapkan mampu mengembangkan dan menerapkan pembelajaran STEM-AI berbasis robotika di sekolah masing-masing dengan mengangkat persoalan yang relevan dengan lingkungan sekitar.
Kolaborasi dalam PMKI 2026 ini sekaligus menjadi wujud kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat kualitas pendidikan dan pemanfaatan teknologi bagi masyarakat. Kegiatan tersebut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi guru dalam pembelajaran berbasis teknologi, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penguatan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan.

Keterlibatan FT UNS dalam kegiatan ini menegaskan komitmen fakultas untuk terus mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan serta teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui penguatan kompetensi pendidik dan penerapan teknologi yang kontekstual, program ini diharapkan dapat mendukung terbentuknya sekolah yang lebih inovatif, adaptif, dan tanggap terhadap berbagai tantangan di lingkungan sekitarnya.
Humas FT UNS.




