
FT UNS – Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat sinergi antara riset, kebijakan, dan hilirisasi inovasi melalui workshop bertajuk “Dari Hasil Riset ke Policy Brief: Strategi Hilirisasi dan Komersialisasi Inovasi” yang diselenggarakan pada Rabu (12/8/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi Direktorat Kebijakan Ekonomi Ketenagakerjaan dan Pengembangan Regional BRIN bersama Badan Pengelola Usaha Fakultas (BPU-F) FT UNS.
Workshop tersebut menjadi bagian dari proses penyusunan Naskah Rekomendasi Kebijakan “Penguatan Industrialisasi Kendaraan Listrik melalui Insentif TKDN dan Pengelolaan Limbah Baterai”. Forum ini sekaligus membuka ruang bagi hasil riset dari Grup Riset (GR) FT UNS, startup berbasis teknologi, serta Pusat Unggulan Iptek Teknologi Penyimpanan Energi Listrik (PUI TPEL) untuk diolah menjadi research-based evidence yang dapat mendukung perumusan kebijakan.
Dekan FT UNS, Prof. Dr. Ir. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si., IPU, menegaskan bahwa hasil riset perguruan tinggi perlu memberikan dampak yang lebih luas dan tidak berhenti pada publikasi ilmiah.
“Policy brief adalah jembatan dari laboratorium ke meja kebijakan dan dari riset menuju pasar. Riset harus berdampak, bukan sekadar terpublikasi,” ujar Prof. Wahyudi.

Materi “Dari Hasil Riset ke Policy Brief” disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Anugerah Widiyanto, B.Sc., M.Eng., Direktur Kebijakan Ekonomi Ketenagakerjaan dan Pengembangan Regional BRIN. Ia memaparkan sejumlah skema pendanaan BRIN, di antaranya RIIM Kompetisi, PRIS, dan PRIMA. Melalui skema PRIMA yang merupakan sinergi LPDP dan BRIN, hasil penelitian diarahkan untuk mendukung perumusan kebijakan berbasis research-based evidence, dengan luaran berupa naskah kebijakan serta luaran tambahan seperti publikasi, HKI, dan prototipe.
Dalam penyusunan policy brief, hasil penelitian perlu diterjemahkan menjadi rekomendasi yang ringkas, tajam, dan berbasis data. Proses tersebut mencakup analisis permasalahan, penyusunan alternatif solusi, penilaian pilihan kebijakan, hingga perumusan rekomendasi yang dapat dipertimbangkan oleh pembuat kebijakan.
Pembahasan dalam workshop melibatkan berbagai kepakaran untuk memperkuat evidence dalam penyusunan rekomendasi kebijakan kendaraan listrik. Aspek ekonomi, pasar, dan rantai pasok dibahas oleh Dr. Ir. Roni Zakaria, S.T., M.T. dari Grup Riset Rekayasa Industri dan Tekno-Ekonomi serta Rina Wiji Astuti, S.T., M.T. dari PT BATEX Energi Mandiri.
Sementara itu, aspek kesiapan teknis dan infrastruktur melibatkan Prof. Ir. Muhammad Nizam, S.T., M.T., Ph.D. dari Research Group Electric Vehicle Technology and Sustainable Energy Systems dan Prof. Dr. T. Ir. Endah Retno Dyartanti, M.T. dari Research Group Advanced Materials and Energy Storage. Adapun aspek regulasi dan tata kelola dibahas oleh Dr. Ir. Yuniaristanto, S.T., M.T., Dr. Ir. Mufti Reza Aulia Putra, S.T., M.T., IPP., serta Dr. Ir. Hari Maghfiroh, S.T., M.Eng., M.Sc.

Sesi diskusi dan penyusunan rekomendasi dipandu oleh Dr. Triyono Widi Sasongko, M.Eng., Perekayasa Ahli Utama BRIN, bersama Noorish Heldini, S.E., M.S.E., anggota Tim Kebijakan Ekonomi BRIN. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Dr. Ir. Mufti Reza Aulia Putra, S.T., M.T., IPP., selaku Ketua Tim Kerja Sama FT UNS sekaligus Ketua BPU-F FT UNS.
Melalui kolaborasi FT UNS dan BRIN, hasil riset diharapkan dapat membentuk rantai nilai yang lebih kuat, mulai dari riset, evidence, policy brief, rekomendasi kebijakan, hilirisasi, hingga komersialisasi. Pendekatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian persoalan industri dan pembangunan.
Kolaborasi FT UNS dan BRIN melalui penguatan riset berbasis evidence dan perumusan kebijakan turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pengembangan teknologi energi bersih, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan inovasi dan penguatan industri kendaraan listrik, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengelolaan limbah baterai yang berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya pengurangan emisi dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset, industri, dan pemerintah dalam menghasilkan kebijakan berbasis bukti.
Humas FT UNS.




