
FT UNS – Program Studi Doktor Ilmu Teknik Mesin (PSDTIM) Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali meluluskan doktor melalui yudisium promosi doktor yang diselenggarakan pada Selasa (06/10/2026) di Ruang Sidang Senat Gedung Ir. RPM Kasifudn FT UNS. Dr. Bhre Wangsa Lenggana dinyatakan lulus pada tanggal 20 Juli 2026 dengan IPK 4,00 dan meraih predikat Cum laude setelah menempuh masa studi selama 4 tahun. Ia berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Damping Performance of Prosthetic Pylon with Metamaterial Structure for Transtibial”.
Dr. Bhre merupakan dosen aktif di Program Studi Teknik Mesin Universitas Jendral Soedirman meneliti pengembangan pylon atau bagian penghubung pada kaki prostetik yang dikombinasikan dengan struktur metamaterial mekanis untuk meningkatkan kemampuan redaman kejut pada pengguna prostetik transtibial.
Pengembangan tersebut dilatarbelakangi keterbatasan kaki prostetik konvensional yang umumnya menggunakan rigid pylon. Struktur yang kaku menyebabkan kemampuan meredam kejut selama aktivitas berjalan menjadi terbatas, sehingga dapat memengaruhi kenyamanan pengguna.
Melalui penelitian ini, Dr. Bhre mengembangkan konsep pylon baru dengan struktur metamaterial yang memungkinkan kinerja redaman disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Salah satu keunggulannya adalah mekanisme penyesuaian terhadap perubahan bobot pengguna tanpa harus mengganti keseluruhan kaki prostetik.

Konsep tersebut menjadi salah satu kebaruan penelitian Dr. Bhre. Integrasi antara pylon prostetik dan geometri mekanis metamaterial memberikan alternatif terhadap desain pylon konvensional yang selama ini cenderung bersifat kaku. Penyesuaian kinerja melalui penambahan bagian pendukung juga menjadi pendekatan yang dikembangkan untuk meningkatkan fleksibilitas penggunaan.
Penelitian ini menggunakan perbandingan kinerja antara pengguna prostetik dengan rigid pylon dan kondisi kaki normal untuk mengkaji karakteristik redaman yang dihasilkan. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan teknologi prostetik yang lebih efisien dan aplikatif dalam meredam kejut selama proses berjalan.
Dr. Bhre menjelaskan bahwa penelitian tersebut mengusung konsep pylon modular yang memungkinkan tingkat redaman disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Penyesuaian dilakukan dengan menambahkan tiang penyangga pada bagian pylon, sehingga perubahan bobot pengguna tidak selalu mengharuskan penggantian seluruh perangkat prostetik.
“Saya mencoba memberikan solusi dengan konsep yang modular. Jadi, redaman dapat disesuaikan dengan kebutuhan dengan cara yang mudah dan sederhana. Kita dapat menambahkan beberapa tiang penyangga pada bagian pylon sehingga tingkat redamannya dapat berubah sesuai kebutuhan. Dengan demikian, ketika terjadi perubahan bobot pengguna, tidak harus mengganti satu perangkat secara penuh, tetapi cukup menyesuaikan bagian tertentu dari pylon”, jelas Dr. Bhre

Disertasi Dr. Bhre Wangsa Lenggana dibimbing oleh Prof. Ir. Ubaidillah, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM. selaku Ketua Tim Promotor, Dr. Ir. Didik Djoko Susilo, S.T., M.T. sebagai Ko-Promotor 1, serta Prof. Sohaib Zia Khan, BE., M.Phil., Ph.D. dari Islamic University of Madinah, Arab Saudi, sebagai Ko-Promotor 2.
Menanggapi capaian tersebut, Ketua Tim Promotor Prof. Ir. Ubaidillah, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., menilai gelar doktor menjadi gerbang awal bagi Bhre Wangsa Lenggana untuk melanjutkan kiprahnya sebagai peneliti yang mandiri. Menurutnya, capaian doktoral tidak hanya menandai selesainya satu tahapan pendidikan, tetapi juga membuka ruang bagi lahirnya gagasan-gagasan baru yang kreatif, inovatif, dan produktif.
“Gelar doktor ini merupakan gerbang awal bagi Saudara Bhre Wangsa Lenggana untuk menjadi seorang peneliti yang independen dan dapat berjalan sendiri. Setelah menyelesaikan doktoral, diharapkan akan muncul ide-ide lain yang kreatif, inovatif, publishable, dan tetap produktif sampai akhir kariernya,” ujar Prof. Ubaidillah.

Penelitian ini masih memiliki peluang untuk dikembangkan melalui pengujian kaki prostetik dalam skala penuh dan pengujian langsung pada pengguna untuk mengevaluasi performanya dalam siklus berjalan. Ke depan, konsep pylon berbasis metamaterial tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan kaki prostetik konvensional yang lebih nyaman dan adaptif bagi penggunanya.
Penelitian ini turut mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pengembangan teknologi yang berpotensi meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup pengguna prostetik, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan inovasi teknologi prostetik berbasis metamaterial.
Humas FT UNS.




