
FT UNS – Program Studi Doktor Ilmu Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (PSDITS UNS) kembali meluluskan doktor baru melalui yudisium promosi doktor yang diselenggarakan pada Kamis (06/08/2026) di Ruang Multimedia Gedung IV FT UNS. Pada kesempatan tersebut, Dr. Hana Wardani Puruhita, dosen aktif di Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun, berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Kompatibilitas antara Bata Merah dan Mortar Repair Berbahan Dasar Kapur dengan Material Bangunan Heritage.” Dr. Hana dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan dan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,90.
Penelitian Dr. Hana dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya penggunaan material perbaikan yang kurang kompatibel dengan material asli bangunan heritage, sehingga berpotensi mempercepat kerusakan pada bangunan cagar budaya. Untuk menjawab permasalahan tersebut, ia mengembangkan mortar perbaikan berbahan dasar kapur yang diperkuat serat alami rami (Boehmeria nivea) agar memiliki karakteristik fisik, mekanis, dan dimensional yang lebih sesuai dengan material asli bangunan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kapur murni sebagai bahan pengikat serta penambahan serat rami sebesar tiga persen menghasilkan mortar dengan keseimbangan terbaik antara kekuatan mekanis dan stabilitas dimensional. Penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan anyaman serat rami pada bidang pertemuan antara material lama dan material perbaikan mampu meningkatkan kompatibilitas sambungan sehingga berpotensi mengurangi risiko kerusakan lanjutan pada bangunan heritage.

Penelitian tersebut dibimbing oleh Prof. Dr. Senot Sangadji, S.T., M.T. selaku Promotor, dengan ko-promotor Dr. Endah Safitri, S.T., M.T. dan Prof. S.A. Kristiawan, S.T., M.Sc., Ph.D.
Dr. Hana menjelaskan bahwa keberhasilan pemugaran bangunan cagar budaya tidak hanya ditentukan oleh kekuatan material, tetapi juga oleh kesesuaiannya dengan material asli bangunan.

“Pemugaran bangunan cagar budaya tidak cukup hanya menggunakan material yang kuat. Material perbaikan harus memiliki kesesuaian sifat fisik, mekanis, dan dimensional dengan material asli agar tidak mempercepat kerusakan pada bagian bangunan yang dipertahankan,” ujar Dr. Hana.
Promotor disertasi, Prof. Senot Sangadji, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Dr. Hana menyelesaikan studi doktor. Menurutnya, gelar doktor bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal untuk terus berkarya dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Program doktor bukan titik akhir, tetapi menjadi awal untuk terus berkembang secara profesional dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tutur Prof. Senot.

Turut hadir dalam yudisium tersebut, Direktur Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun, Dr. Efendhi Prih Raharjo, S.T., S.Si.T., M.T, menyampaikan apresiasi atas capaian Dr. Hana. Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi dosen lain untuk melanjutkan studi doktor.
“Selamat atas pencapaian yang luar biasa ini. Kami berharap semakin banyak dosen PPI yang melanjutkan studi doktor, dan institusi akan memberikan dukungan penuh untuk mewujudkannya,” ungkapnya.
Ia juga menilai hasil penelitian tersebut memiliki nilai strategis bagi upaya pelestarian bangunan cagar budaya di Indonesia. Menurutnya, tidak sedikit bangunan heritage yang kehilangan karakter aslinya akibat penggunaan material perbaikan yang kurang tepat. Karena itu, hasil penelitian Dr. Hana diharapkan dapat menjadi masukan bagi Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dalam mendukung upaya pelestarian bangunan cagar budaya, khususnya aset-aset perkeretaapian bersejarah.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah, pengelola cagar budaya, akademisi, maupun praktisi dalam menentukan material perbaikan yang sesuai untuk pemugaran bangunan heritage. Selain mendukung pelestarian nilai sejarah dan budaya, penelitian ini juga membuka peluang pengembangan pedoman teknis pemugaran bangunan berbahan bata merah dan mortar kapur yang lebih kompatibel dan berkelanjutan.
Penelitian ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan inovasi material konstruksi untuk konservasi bangunan, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui pelestarian bangunan cagar budaya, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan material alami yang lebih berkelanjutan.
Humas FT UNS.




