
FT UNS – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Grup Riset Sumber Daya Alam dan Lingkungan Berkelanjutan Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan pakan pelet lele berbasis larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot di Pabelan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan yang berlangsung selama April hingga November 2026 ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan budidaya lele di kolam terpal pada lahan terbatas secara lebih produktif, ekonomis, dan ramah lingkungan.
Program ini dilatarbelakangi oleh tingginya biaya pakan komersial yang mencapai lebih dari 60 persen dari total biaya produksi budidaya lele. Kondisi tersebut menjadi tantangan utama bagi pembudidaya skala rumah tangga, khususnya yang memiliki keterbatasan lahan dan modal usaha. Melalui pemanfaatan larva maggot sebagai bahan baku pakan pelet, tim FT UNS memperkenalkan alternatif pakan yang lebih ekonomis, bernilai gizi tinggi, sekaligus mendukung pengelolaan limbah organik.
Selama periode pelaksanaan program, tim pengabdian melaksanakan serangkaian kegiatan yang meliputi penyuluhan mengenai budidaya lele di kolam terpal, pelatihan budidaya maggot berbasis limbah organik rumah tangga, praktik pembuatan pelet berbahan maggot, hingga pendampingan penerapan pakan alternatif pada budidaya lele. Pendampingan dilakukan secara bertahap agar masyarakat mampu mengimplementasikan teknologi yang diperkenalkan secara mandiri.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Ir. Ari Diana Susanti, S.T., M.T., menjelaskan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk implementasi hasil riset melalui penerapan teknologi tepat guna kepada masyarakat.
“Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan inovasi pakan alternatif, tetapi juga membangun kemampuan masyarakat untuk memanfaatkan potensi lokal menjadi peluang usaha yang berkelanjutan,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap sesi pelatihan. Peserta tidak hanya mempraktikkan pengolahan maggot menjadi bahan baku pelet, tetapi juga mempelajari teknik budidaya lele menggunakan kolam terpal yang sesuai diterapkan pada lahan pekarangan dengan investasi yang relatif terjangkau.
Selain meningkatkan efisiensi biaya produksi, program ini juga mendorong penerapan konsep ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah organik rumah tangga sebagai media budidaya maggot. Limbah organik yang sebelumnya belum dimanfaatkan diolah menjadi biomassa berprotein tinggi sebagai pakan ikan, sementara residu budidaya (frass) dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
Melalui program ini, FT UNS berharap masyarakat mampu mengembangkan budidaya lele yang lebih produktif sekaligus menciptakan peluang usaha berbasis potensi lokal. Penerapan teknologi tepat guna tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas budidaya, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan ketahanan pangan dan peningkatan produksi pangan berbasis masyarakat, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui transfer pengetahuan dan pelatihan teknologi tepat guna kepada masyarakat, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pemberdayaan ekonomi dan pengembangan peluang usaha budidaya perikanan yang lebih efisien, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan limbah organik sebagai bahan baku budidaya maggot dan penerapan konsep ekonomi sirkular.
Humas FT UNS




