
FT UNS – Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) melaksanakan program pendampingan bagi Komunitas Belajar Robotika MAN 1 Surakarta untuk memperkuat kapasitas siswa dalam bidang robotika. Program bertajuk Pendampingan Berbasis Proyek dalam Penguatan Kapasitas Manajerial, Teknis, dan Literasi Digital Komunitas Belajar Robotika MAN 1 Surakarta sebagai Strategi Peningkatan Prestasi Siswa ini dilaksanakan sepanjang 2026 dengan mengusung pendekatan project-based mentoring.
Kegiatan dipimpin oleh Dr. Eng. Ir. Aditya Rio Prabowo, S.T., M.T., M.Eng. bersama tim dosen dan mahasiswa FT UNS. Program ini melibatkan 30 siswa dan lima guru pembina Komunitas Belajar Robotika MAN 1 Surakarta sebagai mitra pengabdian.
Pendampingan difokuskan pada penguatan kompetensi manajerial, keterampilan teknis, dan literasi digital sebagai bekal menghadapi berbagai kompetisi robotika tingkat nasional, seperti Kompetisi Maritim Nasional (COMET) dan National Sea Drone Competition (NASDRAC).

Selama pelaksanaan program, peserta mengikuti 12 sesi pelatihan yang mencakup penyusunan proposal teknis, penulisan ilmiah, desain lambung dan superstruktur Unmanned Surface Vehicle (USV), pembuatan video laporan teknis, desain poster, penyusunan presentasi, hingga simulasi kompetisi. Selain itu, peserta memperoleh pendampingan intensif melalui kegiatan sea trial di Danau Universitas Sebelas Maret yang dilaksanakan secara berkala selama dua bulan. Secara keseluruhan, program mencakup 44 sesi kegiatan yang memadukan pembelajaran di kelas dan praktik lapangan.
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kompetensi peserta pada berbagai aspek. Kemampuan penyusunan proposal kompetisi meningkat dari 25 persen menjadi 90 persen, kemampuan desain USV meningkat dari 20 persen menjadi 88 persen, sedangkan kemampuan troubleshooting saat sea trial meningkat dari 20 persen menjadi 90 persen.

Selain peningkatan kompetensi, program ini juga menghasilkan empat proposal kompetisi, empat video laporan teknis, 30 portofolio digital siswa, serta satu sistem manajemen tim berbasis proyek yang diharapkan dapat mendukung pembinaan robotika secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Eng. Aditya Rio Prabowo, menjelaskan bahwa pendekatan pendampingan berbasis proyek dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan teknis peserta, tetapi juga membangun keterampilan kolaborasi, komunikasi, dan kepemimpinan.
“Kami ingin membangun ekosistem pembelajaran robotika yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. Melalui pendampingan yang intensif, siswa tidak hanya belajar membuat produk teknologi, tetapi juga belajar mengelola proyek, mendokumentasikan hasil kerja, dan mempresentasikan inovasi mereka secara profesional,” ujarnya.

Melalui program ini, FT UNS dan MAN 1 Surakarta berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pendidikan robotika serta memperluas partisipasi siswa pada berbagai kompetisi tingkat nasional maupun internasional. Pendekatan berbasis proyek yang diterapkan diharapkan dapat menjadi model pembelajaran yang mampu meningkatkan kompetensi peserta didik sekaligus direplikasi oleh sekolah lain di Indonesia.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi peserta didik berbasis pembelajaran proyek, SDG 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur) melalui pengembangan inovasi dan teknologi robotika di lingkungan sekolah, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Humas FT UNS.




