
FT UNS – Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) memperkuat sinergi dengan orang tua/wali mahasiswa baru melalui kegiatan Sarasehan Dekanat FT UNS dengan Orang Tua Mahasiswa Baru 2026 yang dilaksanakan secara daring pada Rabu (05/08/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 600 orang tua/wali mahasiswa baru sebagai ruang komunikasi untuk menyamakan pemahaman mengenai proses pendidikan, pendampingan mahasiswa, serta arah pengembangan lulusan FT UNS.
Dalam kegiatan tersebut, FT UNS memperkenalkan ekosistem pendidikan dan pendampingan mahasiswa, mulai dari proses pembelajaran, kegiatan akademik dan nonakademik, program kemahasiswaan, hingga berbagai layanan pendukung yang dapat dimanfaatkan mahasiswa selama menempuh pendidikan di FT UNS.
Dekan FT UNS, Prof. Dr. Ir. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si., IPU., menyampaikan bahwa mahasiswa baru merupakan calon generasi yang akan berperan dalam membentuk masa depan. Karena itu, pendidikan di FT UNS tidak hanya diarahkan pada penguasaan kompetensi teknis, tetapi juga pembentukan karakter, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, inovasi, dan kemampuan menyelesaikan persoalan nyata.

“Pendidikan adalah perjalanan bersama. Tentu kepercayaan menjadi fondasi, kolaborasi menjadi jalan, dan pasti gotong royong menjadi kunci untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi putra-putri Bapak-Ibu sekalian,” ujar Prof. Wahyudi.
Lebih lanjut Prof. Wahyudi menjelaskan bahwa FT UNS menerapkan pendekatan Outcome Based Education (OBE) untuk memastikan proses pembelajaran menghasilkan capaian pembelajaran lulusan yang terukur. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui praktikum, capstone design, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, magang, serta berbagai aktivitas yang memberikan pengalaman menghadapi persoalan nyata.
Melalui proses tersebut, FT UNS menargetkan lulusan yang memiliki karakter tangguh, kolaboratif, inovatif, inklusif, mampu bekerja dalam tim multidisiplin dan multibudaya, serta memiliki kemampuan belajar sepanjang hayat. Kompetensi tersebut menjadi fondasi dalam membentuk global engineer, global architect, dan global planner yang mampu memberikan solusi bagi masyarakat.

Dalam sarasehan tersebut, Prof. Wahyudi juga menekankan pentingnya kepercayaan orang tua terhadap proses pendewasaan mahasiswa. Mahasiswa perlu diberikan ruang untuk belajar menghadapi tantangan, mengambil keputusan, dan membangun kemandirian. Fakultas tetap memastikan proses tersebut berlangsung dalam koridor pembelajaran, keselamatan, dan aturan yang jelas.
“Kami sangat berharap orang tua bisa menjadi mitra kami dalam membimbing dan memantau perkembangan akademik. Kami juga sangat berharap Bapak-Ibu memberi motivasi setinggi langit kepada anak didik Bapak-Ibu agar semakin kritis terhadap bidangnya dan punya kemampuan problem solving serta critical thinking yang kuat,” ungkap Prof. Wahyudi.
Selain aspek akademik, FT UNS memastikan tersedianya ekosistem pendampingan mahasiswa melalui dosen pembimbing akademik, layanan kemahasiswaan, layanan konseling, pendampingan psikologis, hingga mekanisme penanganan perundungan dan kekerasan. Orang tua juga dapat memantau perkembangan akademik mahasiswa melalui sistem informasi akademik serta berkomunikasi dengan program studi maupun dosen pembimbing akademik apabila terdapat persoalan yang perlu ditangani.

Sarasehan juga menjadi ruang untuk menjelaskan rangkaian PKKMB FT UNS 2026. Kegiatan tersebut dirancang tidak sekedar sebagai pengenalan lingkungan kampus, tetapi juga sebagai proses awal untuk membangun identitas, karakter, kemampuan beradaptasi, kerja sama, kreativitas, serta pemahaman terhadap budaya akademik mahasiswa baru.
Melalui kegiatan ini, FT UNS menegaskan komitmennya membangun kemitraan yang berkelanjutan dengan orang tua dalam mendukung keberhasilan mahasiswa. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi serta karakter mahasiswa. Upaya ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kualitas pendidikan tinggi dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan keluarga dalam mendukung keberhasilan pendidikan mahasiswa.
Humas FT UNS.




