
FT UNS – Program Studi Doktor Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (PSDTI FT UNS) kembali meluluskan doktor baru melalui Yudisium Promosi Doktor yang diselenggarakan pada Rabu (22/07/2026) di Ruang Multimedia FT UNS. Pada kesempatan tersebut, Dr. Tita Talitha memaparkan hasil disertasinya yang berjudul “Model Rantai Pasok Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) Berkelanjutan dengan Mempertimbangkan Tingkat Kemurnian Bahan Baku, Pengolahan Limbah, dan Emisi Karbon.”
Dr. Tita Talitha merupakan dosen aktif di Program Studi Teknik Industri Universitas Dian Nuswantoro Semarang. Ia menempuh ujian tertutup pada 7 Juli 2026 dan dinyatakan lulus pada tanggal 17 Juli 2026 dengan predikat Cumlaude, memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99 serta menyelesaikan studi doktor dalam waktu 3 Tahun 6 Bulan.
Dalam Disertasinya, Dr. Tita Talitha mengangkat pengembangan Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) sebagai biofuel generasi lanjut yang berpotensi menjadi alternatif pengganti bahan bakar fosil karena menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah serta dapat digunakan pada mesin diesel tanpa modifikasi. Namun, pengembangan HVO masih menghadapi berbagai tantangan, seperti variasi kualitas bahan baku, pengelolaan limbah, emisi karbon, serta ketidakpastian permintaan dan biaya operasional.

Melalui studi kasus pada sistem rantai pasok biofuel di PT Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap, penelitian ini menghasilkan model optimasi yang mengintegrasikan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial untuk mendukung pengambilan keputusan dalam pengadaan bahan baku, proses produksi, pengelolaan limbah, hingga distribusi HVO secara lebih efisien dan berkelanjutan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemurnian bahan baku berpengaruh terhadap efisiensi produksi HVO dan jumlah limbah yang dihasilkan. Selain itu, penerapan carbon tax mampu mendorong penurunan emisi karbon tanpa mengabaikan efisiensi biaya. Penelitian ini juga menunjukkan perlunya keseimbangan antara efisiensi ekonomi, pengurangan emisi karbon, dan penciptaan lapangan kerja dalam pengembangan industri biofuel yang berkelanjutan.
Model yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah maupun industri dalam menyusun kebijakan pengembangan biofuel, mulai dari penentuan kapasitas produksi, pengelolaan limbah, hingga strategi pengurangan emisi karbon untuk mendukung target Net Zero Emission dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Penelitian ini telah menghasilkan satu publikasi pada prosiding konferensi internasional serta dua artikel pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus Q2 dan Scopus Q1.
Disertasi tersebut dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Wakhid Ahmad Jauhari, S.T., M.T. sebagai Ketua Promotor bersama Prof. Dr. Ir. Cucuk Nur Rosyidi, S.T., M.T. dan Dr. Muh. Hisjam S.T.P., M.T. sebagai Ko-Promotor 1 dan 2.

Dr. Tita Talitha berharap hasil penelitiannya dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang mendukung pengembangan HVO secara berkelanjutan. Menurutnya, dukungan kebijakan tersebut penting agar pelaku industri memiliki kepastian dalam membangun sistem rantai pasok biofuel yang berkelanjutan.
“Menurut saya, diperlukan kebijakan pemerintah yang dapat mendorong pengembangan HVO secara berkelanjutan. Dukungan kebijakan tersebut penting agar pelaku industri memiliki kepastian dalam mengembangkan sistem rantai pasok biofuel yang berkelanjutan,” ujarnya.

Yudisium tersebut turut dihadiri Wakil Dekan Fakultas Teknik Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS), Dr. Ir. Ratih Setyaningrum, M.T., IPM., ASEAN Eng., yang hadir mewakili Fakultas Teknik UDINUS untuk memberikan dukungan kepada Dr. Tita Talitha. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih serta berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa doktor lainnya dalam menyelesaikan studi.
Melalui penelitian ini, Dr. Tita Talitha berharap model rantai pasok HVO yang dikembangkan dapat memberikan kontribusi dalam mendukung pengembangan biofuel Indonesia yang lebih efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pengembangan energi alternatif berkelanjutan, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui inovasi model rantai pasok biofuel, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengelolaan sumber daya dan limbah secara berkelanjutan, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya pengurangan emisi karbon.
Humas FT UNS.




